Ia menyampaikan, dalam ayat Al Qur’an tentang bagaimana Allah memang menghendaki keberagaman umat manusia untuk saling mengenal dan menolong untuk kebaikan yang diberkati Tuhan.
Sesungguhnya kami ( Allah) menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya saling kenal mengenal.
Selain itu, kata dia, didalam surat Al Hujurat ayat 13 menegaskan tidak ada perbedaan nilai kemanusiaan antara kaum laki-laki, perempuan, suku maupun bangsa.
“Dari ayat ini kita harus memahami bahwa keberagaman itu keinginan Tuhan, jadi kita tidak harus perdebatkan, kita hanya perlu saling memahami dan menjalankan iman kita dengan baik dan benar atas nama Tuhan,” tuturnya.
Untuk diketahui, melangitkan Doa diakhiri dengan untaian doa dari lima tokoh agama. Hadir dalam aula utama Kanwill Kemenag NTT. RD. Rudolf Y Tjung Lake dari Katolik, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th dari Kristen, H. Ma’ruf Peni, S.Pd, Pinandita Supardi, S.Pd dari Hindu dan Raden Mas Nico Hananto Putra, S.H dari Buddha. (Aida Ceha/Tim IT/Mus)



Tinggalkan Balasan