“Karena ia sebenarnya sudah membalikan fakta. Di rekaman lain, dan dikalrifikasi di ruang rapat lain lagi. Sehingga bagi saya dia telah melakukan pembohongan publik dan pembohongan terhadap lembaga negara,” jelasnya.

Paulus menegaskan, ia sangat yakin, bahwa permintaan sejumlah pihak untuk menitipkan orang itu adalah bupati, wakil bupati, DPR dan sekda. Namun Marsel seolah-olah takut, dan tidak menyebut secara jujur nama oknum-oknum tersebut.

“Saya dengan pasti mengatakan bahwa, yang dikatakan dalam rekaman itu benar adanya. Hanya karena mungkin Marsel tadi itu takut untuk menyampaikan siapa nama-nama anggota DPR yang menitipkan. Beliau pasti takut,” ungkapnya.

Dengan demikan, Jemarus merasa tidak puas terhadap Direktur Marsel yang tidak berani membocorkan identitas oknum anggota DPRD yang ingin menitipkan jatah tenaga kerja ke BUMD itu.

“Padahal, sudah terang-terangan mengaku bahwa rekaman yang beredar tentang permintaan jatah tenaga kontrak itu merupakan rekaman suaranya sendiri,” pungkasnya. (*)