Ia mengatakan, pernyataan yang dilontarkan Direktur Perumda Tirta Komodo seolah-olah lembaga DPRD tidak memiliki marwah dihadapannya. Dan pernyataannya sangat menusuk hati para DPRD, serta masyarakat Manggarai pada umumnya.

Dia menjelaskan, Direktur harusnya tidak boleh mengkonotasikan makna ‘titip-menitip’. Karena DPRD merupakan jembatan rakyat untuk memperjuangkan kepentingan para pencari kerja. “Jadi jangan konotasikan ‘titip’ itu jatah. Jangan begitu,” terangnya.

Paulus kemudian meminta Direktur Marselus secara terbuka menyebut nama oknum DPRD yang hendak menitipkan orangnya untuk bekerja di kantor Perumda Tirta Komodo. Jangan hanya perbuatan oknum, kemudian mengeneralisir seluruh anggota DPRD.

“Yang beredar dalam rekaman itu seolah-olah kita semua itu begitu adanya. Buka saja, kalau ada saya punya nama silakan dibuka jangan main sembunyi-sembunyi lagi,” tegasnya.

Dengan demikian, Paulus Jemarus mendesak Bupati Kabupaten Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, untuk segera mengevaluasi, bahkan mencopot Marselus Sudirman dari jabatannya sebagai Direktur Perumda Tirta Komodo.