Bunda Julie menambahkan, Kopi merupakan produk lokal NTT yang dapat menunjang program pariwisata dari Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, dari 22 Kabupaten/Kota, NTT memiliki 12 Kabupaten penghasil kopi.
“Sehingga ketika wisatawan datang, mereka bisa lebih mengenal kopi kita yang ada di NTT. Termasuk ibu Maruf Amin sudah sampai ke laboratorium kopi di Dekranasda untuk lebih mengenal kopi NTT,” tandasnya.
Juru Bicara Isyarat (JBI), Ike Mauboy, mengatakan, Mario memang memiliki rencana untuk membuka kafe, karena impiannya adalah mempekerjakan kaum disabilitas di kedai kopi yang akan dibukanya.
Menurut Ike, sebagian kaum disabilitas di Kota Kupang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tergololong rendah, sehingga sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
“Karena mereka tidak kuliah. Mungkin ada dua atau tiga orang yang kuliah. Sehingga Mario mau agar kaumnya yang tuli ini bisa memiliki usaha sendiri, karena banyak yang belum kerja,” jelasnya.
Mario merupakan kaum disabilitas yang kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang tuanya.



Tinggalkan Balasan