Terkait penanaman Kurma, Bupati Kupang mengaku terinspirasi dari Uskup Agung Kupang yang selalu menyajikan Kurma setiap kali melakukan pertemuan dengan tamu.
Menurut Bupati Masneno, Kurma hanya bisa hidup di daerah tropis, sehingga pihaknya mendatangkan Kurma dari Arab dan Israel untuk ditanam di Amarasi.
“Siapa tahu bisa hidup dan dikembangkan di Amarasi karena mempunyai daya jual yang bernilai ekonomi tinggi,” tandasnya.
Bupati Masneno berharap agar ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang bisa berkembang, melalui program Revolusi 5P.
“Jika 1 KK saja memiliki lahan lamtoro 1 Ha ditambah rumput odot, kita bisa memelihara 5 ekor sapi. Maka dalam 6 bulan pemeliharaan dan sapinya dijual dengan keuntungan per ekor Rp2,5 juta saja, maka akan menghasilkan keuntungan Rp12,5 Juta. Jika dibelikan beras, maka akan dapat lebih kurang 24 karung besar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga tersebut,” tutup Bupati Masneno. (Pkp Kab. Kupang)





Tinggalkan Balasan