Menurutnya, sebelum rumah ini dibedah orang yang melintas lewat jalan ini bisa melihat dari depan hingga belakang, kalau dari samping pasti bisa langsung  tembus sebelah karena dindingnya sudah roboh dan atapnya sudah tidak ada lagi. Sebelum rumah ini selesai dibedah  Romanus juga pernah berbicara dengannya tentang ketidakmampuannya untuk memperbaiki rumah tersebut.

“Ini untung bae Bapak Wali Kota bantu kalo sonde, mugkin kalo mati beta langsung ditaro sa di dalam rumah yang sudah ancur ini”, tutur Imanuel dalam dialek Kupang, seperti yang disampaikan Romanus kepadanya.

Ini yang membuat keluarga besar merasa haru dan tidak bisa melupakan bantuan pemerintah ini. Oleh sebab itu dia menyampaikan  atas nama Romanus Seran, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian  Wali Kota Kupang lewat program bedah rumah. Bapak Romanus tidak bisa membalas dengan sesuatu yang lebih indah dari doa agar bapak walikota tetap sehat.

Menutup ucapannya bapak Imanuel Benu memberikan sebuah foto yang sudah dibingkai rapih. Foto tersebut adalah sebuah foto kenangan keluarga di saat pernikahan anaknya yang juga dihadiri Wali Kota Kupang.