Menurutnya, Permukiman kumuh masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, terutama daerah perkotaan dan daerah-daerah yang berada di pesisir pantai.

Dia menjelaskan, perhatian dari Pemerintah Pusat (Pempus) dan Pemeprov NTT masih fokus pada kota kumuh yang ada di wilayah ibukota kabupaten atau kelurahan. Padahal, kota kumuh terbesar berada pada wilayah pesisir pantai.

“Sehingga ini menjadi pertimbangan dari teman-teman Satker. Dan semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, terutama meningkatkan komitmen Pemda dalam pencapauan kota layak huni,” ujarnya.

Ucapan terima kasih disampaikan Sipri Jamun kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Pemerintah Pusat, dan berharap kedepannya, semakin banyak program yang membuat Kabupaten Manggarai semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

“Semoga kita tidak berakhir pada hari ini. Semoga kedepan makin banyak lagi program, karena kita punya 26 kelurahan, sehingga minimal kita dapat 10 program tiap tahun. Kalau tahun ini hanya 5 program, maka kami minta dikali 2 dari itu,” pungkasnya.