Anton Hadjon menegaskan, aksi menabung sejak dini bukan soal berapa nilai uang yang ditabung, melainkan yang terpenting adalah niat siswa untuk menabung.
Apalagi di Flores Timur terlalu banyak layanan simpan pinjam yang ilegal, dan bahkan mereka menyebutnya koperasi selamat pagi. Banyak kasus sudah terjadi di sana, tentang investasi bodong dan sebagainya.
“Nah ini yang mau kita perangi, agar masyarakat teredukasi tentang jenis simpanan yang sehat dan diakui,” ujarnya.
Pemerintah Kabupten Flores Timur sedang berusaha agar masyarakat berhubungan langsung dengan lembaga keuangan yang resmi bukan yang tidak resmi.
Sehingga melalui Bank NTT ketika ada program untuk pelajar, maka pihaknya menyambut baik. Upaya ini yang diandalkan untuk memerangi rentenir di masyarakat.
Pihaknya terus mendorong layanan jasa perbankan maupun koperasi, untuk menggunakan pola kerja rentenir yakni memangkas birokrasi pelayanan dan memberi layanan yang cepat sehingga masyarakat punya kesempatan memilih bank yang legal.



Tinggalkan Balasan