Bisnis  

Budayakan Menabung Sejak Dini di Bank NTT, Bupati Flotim Raih Award dari OJK

Bupati Flotim Anton Hadjon dan Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefan Messakh (Foto: Bank NTT)

Jakarta, KN – Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, terpilih sebagai satu-satunya kepala daerah di Provinsi NTT yang meraih penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang berhasil mendorong percepatan akses keuangan di daerah, dan mendukung pencapaian target inklusi keuangan 90% di tahun 2024 melalui implementasi program kerja TPAKD selama tahun 2021.

Dilansir dari Mediator Star, informasi ini terkonfirmasi dalam surat OJK No. S-338/KO.0802/2021 perihal Undangan Rakornas TPAKD Tahun 2021 dan Penyerahan TPAKD Award tahun 2021 tertanggal 10 Desember 2021 yang ditujukan kepada Bupati Flores Timur.

Surat yang ditandatangani oleh Kepala OJK NTT Robert Sianipar itu, juga menyebutkan bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendali Akses Keuangan Daerah (TPAKD) akan menghadirkan sejumlah tamu undangan.

Beberapa pejabat negara seperti dewan komisioner OJK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, yang mana mereka akan hadir dan memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Grand Hyatt Jakarta itu.

Presiden RI, Joko Widodo pun dijadwalkan hadir dan akan memberikan arahan mengenai perkembangan ekonomi di tanah air dan juga upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi.

Selain itu, TPAKD Provinsi NTT yang dikukuhkan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Pantai Otan, Semau, Kabupaten Kupang, 27 Agustus 2021 lalu juga akan menghadiri acara akbar tersebut.

Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon kepada wartawan di Jakarta, Rabu 15 Desember 2021 menjelaskan faktor apa saja yang menyebabkan pihaknya mendapat award.

“Ada dua hal yang pertama berkaitan dengan tabungan simpanan pelajar (Simpel) dari Bank NTT dimana terkait tabungan ini kami membuat Perbup (tentang simpanan pelajar, red),” kata Anton Hadjon.

Menurut orang nomor satu di Flores Timur ini, terkait tabungan Simpel, seluruh pelajar di Flores Timur diwajibkan memiliki tabungan, dan ini disyaratkan oleh seluruh sekolah.

BACA JUGA:  Dapat Fasilitas Kredit Merdeka, Petani Sayur di TTS: Terima Kasih Bank NTT

“Dengan disyaratkan kepada seluruh pelajar untuk memiliki tabungan, sebenarnya kita mau membudayakan pentingnya menabung sejak dini. Anak-anak diajak untuk merencanakan masa depannya sendiri sejak dini,” jelasnya dan menambahkan, upayanya berhasil dan kini tak sedikit anak di kabupaten itu yang sudah memiliki tabungan.

Anton Hadjon menegaskan, aksi menabung sejak dini bukan soal berapa nilai uang yang ditabung, melainkan yang terpenting adalah niat siswa untuk menabung.

Apalagi di Flores Timur terlalu banyak layanan simpan pinjam yang ilegal, dan bahkan mereka menyebutnya koperasi selamat pagi. Banyak kasus sudah terjadi di sana, tentang investasi bodong dan sebagainya.

“Nah ini yang mau kita perangi, agar masyarakat teredukasi tentang jenis simpanan yang sehat dan diakui,” ujarnya.

Pemerintah Kabupten Flores Timur sedang berusaha agar masyarakat berhubungan langsung dengan lembaga keuangan yang resmi bukan yang tidak resmi.

Sehingga melalui Bank NTT ketika ada program untuk pelajar, maka pihaknya menyambut baik. Upaya ini yang diandalkan untuk memerangi rentenir di masyarakat.

Pihaknya terus mendorong layanan jasa perbankan maupun koperasi, untuk menggunakan pola kerja rentenir yakni memangkas birokrasi pelayanan dan memberi layanan yang cepat sehingga masyarakat punya kesempatan memilih bank yang legal.

“Dan OJK mengikuti perjalanan kami dengan baik karena pada 2019, saya diundang menjadi pembicara di Maumere oleh OJK, dan saya katakan  bahwa problem yang sangat serius di Flotim adalah adanya rentenir sehingga saat itu bersama OJK, kami berdiskusi. Syukurlah mulai berkurang dn inilah yang membuat kita mendapatkan penghargaan,” tutup Anton Hadjon. (*)