Menurut Berno, kolaborasi pementasan sastra merupakan salah satu jalan memanusiakan manusia lewat sastra.

“Sastra hadir dan karya-karyanya lahir di Unika Santu Paulus Ruteng sebagai ruang intelektual juga merupakan sumbangsih penting dalam membentuk karakter dan memperhalus jiwa, sekaligus ketajaman dalam bernalar. Prodi PBSI menjadi rumah sekaligus ruang berkreasi. Karena itu, mahasiswa PBSI Unika Santu Paulus Ruteng dibimbing dan dilatih untuk mampu berkreasi dan berinovasi. Salah satunya melalui sastra. Karena dari sastra orang mendapatkan banyak hal dan sastra juga bagian dari ekspresi,” ungkapnya.

Harapan dosen PBSI itu, konteks untuk hari ini bagian dari kegiatan ekstrakulikuler atau yang formalnya itu studi Tour. Setiap kegiatan harus ada feedback-nya. UKM dengan pelbagai program termasuk kegiatan ekstrakulikuler lainnya, kata dia, harus dimanfaatkan benar oleh mahasiswa untuk mengembangkan potensi-potensi mereka. Karena dari sastra seseorang mendapatkan banyak hal.

Bernardus T. Beding, M.Pd. juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Civitas Akademica SMAK Pancasila Borong sehingga kegiatan kolaborasi sastra ini berjalan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMAK Pancasila Borong atas kesempatan yang berharga ini. Semoga ke depannya kolaborasi terus lakukan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, setidaknya ia telah memberikan ilustrasi keberadaan karya sastra bahwa jika seorang pria menyukai seorang perempuan, maka tiga hal yang dilakukan, yakni mencintai perempuan itu, ikut sedih bersama dia, dan yang terakhir menjadikan perempuan itu sebagai karya sastra.

Yohanes Albertus Manti (Berto) selaku guru seni mengatakan kegiatan kolaborasi hari ini merupakan kegiatan yang memberikan motivasi untuk SMAK Pancasila Borong karena beliau melihat ada banyak hal yang diberikan oleh Unika St Paulus, khususnya jurusan PBSI yang memberikan pelajaran khususnya dalam bidang sastra.

Peningkatan sastra selama ini puisi berantai, monolog, dan lain sebagainya belum dikembangkan dengan baik dikarenakan kepadatan kurikulum.