“Bagaimana cara kami melakukannya? Kami akan mengundang investor untuk datang ke Kabupaten Kupang untuk membeli hasil panen tersebut. Cara ini menurut kami sudah sangat tepat untuk sedikit mengurangi permasalahan ekonomi di Kabupaten Kupang. Kalau pertanian dan perkebunan ini sudah maksimalkan kami kembangkan, maka pola hidup dan tingkat perekonomian masyarakat juga dapat dikatakan akan ikut berubah,” jelasnya secara lugas.
Dalam sektor peternakan, Bupati Drs. Korinus Masneno belum lama ini menjelaskan, persoalan utama dalam bidang peternakan bukan pada makin berkurangnya populasi ternak sapi tapi persoalan utama ternyata pada penyiapan pakan ternak.
Peningkatan kualitas populasi ternak tergantung pada kualitas pakan. Ketersediaan pakan ternak sapi masih bergantung pada sisa tanaman lamtoro yang sudah ditanam sejak dulu.
Langkah yang akan dilakukan tentunya dengan mengurangi pemberian bantuan ternak kepada masyarakat, diubah menjadi program bagaimana menyiapkan kebun lamtoro teramba untuk pakan ternak.
Bagi masyarakat yang sudah menyiapkan kebun pakan, pemerintah baru akan menyalurkan bantuan ternak melalui kerja sama dengan pihak Bank. Ternak-ternak yang dimiliki oleh masyarakat akan diasuransikan sehingga mengurangi kerugian masyarakat karena mati, sakit atau hilang.
“Intinya rakyat siapkan pakan, kita dorong kredit perbankan, kita siapkan pasar dan siapkan asuransi ternak,” ujar Bupati Masneno.
Selain sektor peternakan, Bupati dan Wakil Bupati Kupang menyiapkan bantuan peralatan perikanan bagi masyarakat Kabupaten Kupang yang berprofesi sebagai nelayan. Pemerintah Kabupaten Kupang pun merencanakan untuk merubah pola sasaran penerima bantuan.
Kata Bupati Masneno, bantuan perahu bagi nelayan tidak tepat sasaran, karena diberikan kepada nelayan yang bekerja dibawah kendali para cukong dan bukan berusaha mandiri. Kedepan, bantuan peralatan akan fokus diberikan kepada para nelayan sesungguhnya yaitu masyarakat Kabupaten Kupang yang selama ini bekerja pada para cukong.
“Kelompok penerima akan saya seleksi secara ketat, termasuk kelompok penerima bantuan ternak sapi, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih menerima bantuan terus-terusan. yang begini perlu ditertibkan tahun ini,” tegas Bupati Kupang.





Tinggalkan Balasan