“Panen jagung bisa di bulan Agustus pertengahan sampai September. Artinya lahan tidur bisa ditanam. Ini bentuk kesuksesan dan sinergitas program Gubernur NTT dan Bupati Kupang,” jelasnya.
Sialagan menyebut, untuk mewujudkan Revolusi 5P, harus didukung dengan sarana-prasarana seperti benih, pupuk, obat-obatan, dan alat-alat pertanian. Di samping itu, ada sumur bor, embung dan lain-lain.
Sarana dan prasarana pertanian ini sudah disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Kupang. Tahun ini ada 3 unit Traktor roda 4 yang didistribusikan ke Kecamatan Taebenu, Amabi Oefeto dan Takari.
“Artinya bagaimana kita mau untuk mendistribusikan alsintan secara merata ke seluruh wilayah Kabupaten Kupang. Tidak hanya melulu di Kupang Timur dan Kupang Tengah. Harus ada pemerataan,” kata Kadis Sialagan.
Ia menambahkan, pemerintah Kabupaten Kupang juga menerima bantuan berupa pupuk dari pemerintah Provinsi dan pusat dalam rangka mensukseskan program TJPS. Bantuan yang diberikan juga berupa alat pompa air untuk lahan holtikultura di Amarasi Selatan.
Demi Kebutuhan Primer Masyarakat
Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno kepada Koranntt.com belum lama ini mengatakan, Revolusi 5P bertujuan untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat dalam bentuk peningkatan income per kapita.
“Ini yang akan kita kerjakan kedepan. Paling tidak, kita ingin meningkatkan income per kapita masyarakat. Kita ingin agar kebutuhan-kebutuhan primer masyarakat bisa tertolong,” ujar Bupati Kupang Korinus Masneno.
Politisi Partai NasDem ini menyebut, Revolusi 5P adalah sebuah gerakan dan program pembangunan yang menyasar sektor-sektor penting di Kabupaten Kupang.
Bupati Kupang tentunya sangat mengenal dengan baik potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Kupang. Karena itu, Revolusi 5P yang diusung lebih fokus pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta pariwisata.
“Jika lima program ini kita bisa intensif bekerja sama dengan masyarakat, baik di pesisir, dan di pedesaan yang memiliki kemampuan, maka dampaknya pasti akan lebih besar,” ucap Bupati Masneno.





Tinggalkan Balasan