Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno kepada Koranntt.com belum lama ini mengatakan, Revolusi 5P bertujuan untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat dalam bentuk peningkatan income per kapita.
“Ini yang akan kita kerjakan kedepan. Paling tidak, kita ingin meningkatkan income per kapita masyarakat. Kita ingin agar kebutuhan-kebutuhan primer masyarakat bisa tertolong,” ujar Bupati Kupang Korinus Masneno.
Politisi Partai NasDem ini menyebut, Revolusi 5P adalah sebuah gerakan dan program pembangunan yang menyasar sektor-sektor penting di Kabupaten Kupang.
Bupati Kupang tentunya sangat mengenal dengan baik potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Kupang. Karena itu, Revolusi 5P yang diusung lebih fokus pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta pariwisata.
“Jika lima program ini kita bisa intensif bekerja sama dengan masyarakat, baik di pesisir, dan di pedesaan yang memiliki kemampuan, maka dampaknya pasti akan lebih besar,” ucap Bupati Masneno.
Sebagai daerah yang menopang kebutuhan pangan warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang telah bertekad mengembangkan sektor pertanian. Sebagai bagian dari revolusi 5P, Bupati dan Wakil Bupati Kupang lebih fokus memperkuat alsintan atau alat mesin pertanian.
Mereka juga mengeluarkan instruksi kepada para camat untuk mengawal Revolusi 5P di wilayah masing-masing. Pemkab Kupang juga memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Caranya adalah dengan mengalihkan penyaluran pupuk kepada BUMDes untuk mengurangi kebocoran dalam proses penyaluran.
Wilayah Kabupaten Kupang yang sebagian besarnya masih mengalami kesulitan air bersih membuat Bupati dan Wakil Bupati Kupang berpikir keras untuk mewujudkan revolusi 5P terutama dalam bidang pertanian. Untuk itu, duet kepemimpinan KOMITMEN tengah mempersiapkan program yaitu dengan membangun sumur bor.
Dalam waktu 5 tahun ke depan, mereka menargetkan sekitar 1000 sumur bor tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kupang. Program sumur bor tersebut diyakini dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air dalam bidang pertanian.
Di sektor perkebunan, Kabupaten Kupang merupakan wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam. Wilayah yang luas membuat Kabupaten Kupang dikenal sebagai daerah penghasil tanaman perkebunan. Sebut saja kopi, kelapa, coklat, dan kakao.
Potensi perkebunan yang sangat menjanjikan ini, akan dimanfaatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang untuk diolah atau diekspor keluar daerah. Wilayah Amarasi Kabupaten Kupang merupakan daerah tujuan yang memiliki keunggulan untuk tanaman perkebunan khususnya kelapa.
Melalui program Revolusi 5P, Bupati dan Wakil Bupati Kupang ingin membentuk masyarakat Kabupaten Kupang agar berorientasi bisnis dan kebutuhan pasar. Kelompok tani yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Kupang akan dilatih diberdayakan untuk mengembangkan tanaman-tanaman perkebunan dengan pola-pola yang lebih modern.
Demikian juga dengan pasar hasil perkebunan. Pemerintah Kabupaten Kupang telah berkomunikasi dengan beberapa investor untuk membeli hasil perkebunan milik masyarakat. Beberapa investor kabarnya tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Kupang dengan memanfaatkan hasil-hasil perkebunan.
“Bagaimana cara kami melakukannya? Kami akan mengundang investor untuk datang ke Kabupaten Kupang untuk membeli hasil panen tersebut. Cara ini menurut kami sudah sangat tepat untuk sedikit mengurangi permasalahan ekonomi di Kabupaten Kupang. Kalau pertanian dan perkebunan ini sudah maksimalkan kami kembangkan, maka pola hidup dan tingkat perekonomian masyarakat juga dapat dikatakan akan ikut berubah,” jelasnya secara lugas.
Dalam sektor peternakan, Bupati Drs. Korinus Masneno belum lama ini menjelaskan, persoalan utama dalam bidang peternakan bukan pada makin berkurangnya populasi ternak sapi tapi persoalan utama ternyata pada penyiapan pakan ternak.
Peningkatan kualitas populasi ternak tergantung pada kualitas pakan. Ketersediaan pakan ternak sapi masih bergantung pada sisa tanaman lamtoro yang sudah ditanam sejak dulu.
Langkah yang akan dilakukan tentunya dengan mengurangi pemberian bantuan ternak kepada masyarakat, diubah menjadi program bagaimana menyiapkan kebun lamtoro teramba untuk pakan ternak.



Tinggalkan Balasan