Sebagai daerah yang menopang kebutuhan pangan warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang telah bertekad mengembangkan sektor pertanian. Sebagai bagian dari revolusi 5P, Bupati dan Wakil Bupati Kupang lebih fokus memperkuat alsintan atau alat mesin pertanian.
Mereka juga mengeluarkan instruksi kepada para camat untuk mengawal Revolusi 5P di wilayah masing-masing. Pemkab Kupang juga memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Caranya adalah dengan mengalihkan penyaluran pupuk kepada BUMDes untuk mengurangi kebocoran dalam proses penyaluran.
Wilayah Kabupaten Kupang yang sebagian besarnya masih mengalami kesulitan air bersih membuat Bupati dan Wakil Bupati Kupang berpikir keras untuk mewujudkan revolusi 5P terutama dalam bidang pertanian. Untuk itu, duet kepemimpinan KOMITMEN tengah mempersiapkan program yaitu dengan membangun sumur bor.
Dalam waktu 5 tahun ke depan, mereka menargetkan sekitar 1000 sumur bor tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kupang. Program sumur bor tersebut diyakini dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air dalam bidang pertanian.
Di sektor perkebunan, Kabupaten Kupang merupakan wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam. Wilayah yang luas membuat Kabupaten Kupang dikenal sebagai daerah penghasil tanaman perkebunan. Sebut saja kopi, kelapa, coklat, dan kakao.
Potensi perkebunan yang sangat menjanjikan ini, akan dimanfaatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang untuk diolah atau diekspor keluar daerah. Wilayah Amarasi Kabupaten Kupang merupakan daerah tujuan yang memiliki keunggulan untuk tanaman perkebunan khususnya kelapa.
Melalui program Revolusi 5P, Bupati dan Wakil Bupati Kupang ingin membentuk masyarakat Kabupaten Kupang agar berorientasi bisnis dan kebutuhan pasar. Kelompok tani yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Kupang akan dilatih diberdayakan untuk mengembangkan tanaman-tanaman perkebunan dengan pola-pola yang lebih modern.
Demikian juga dengan pasar hasil perkebunan. Pemerintah Kabupaten Kupang telah berkomunikasi dengan beberapa investor untuk membeli hasil perkebunan milik masyarakat. Beberapa investor kabarnya tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Kupang dengan memanfaatkan hasil-hasil perkebunan.





Tinggalkan Balasan