“Mereka pergi ke TKP dengan motor. Jadi mungkin kedua jenazah disimpan di dalam mobil, setelah gali lubang, baru mereka bawa kedua jenaza ke lokasi untuk di kuburkan. Sehingga kami merasa kasus ini seolah-olah ditutupi,” jelasnya.

Usai menjalankan akasinya, kata Jack, RB tampak santai, dan tidak merasa bersalah. Karena sejak Astrid dan Lael dieksekusi hingga ditemukan, RB tidak meminta maaf, bahkan ia tidak meninggalkan Kota Kupang.

“Berarti dalam kasus ini, ia merasa puas ketika menghabisi nyawa Astrid dan Lael. Meski sudah ada pengakuan bahwa dia pelaku utama, tetapi tidak minta maaf. Ini yang kami rasakan sungguh sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sementara Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, SH,.S.IK,.MH dalam konferensi Pers beberapa hari yang lalu mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan tersangka RB untuk mengetahui motif pembunuhan. (*)