Kunjungan Kemenparekraf juga, kata Bupati Hery, adalah untuk melihat tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan Wae Rebo sebagai desa wisata terbaik di dunia. Supaya pemerintah pusat bisa mencarikan solusi.
“Seperti yang kita tahu tadi Pak Menteri sudah menawarkan pendampingan bagi desa wisata Wae Rebo. Pendampingan itu untuk memenuhi supaya pelayanan kita di Wae Rebo ini memenuhi standar-standar yang ditetapkan atau diinginkan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Kita sebagai Pemerintah Manggarai, tentu sangat berterima kasih dengan tawaran-tawaran seperti itu,” katanya.
Kepada Menteri Sandiaga Uno, Bupati Hery Nabit juga mengusulkan pengembangan Kawasan wisata Wae Rebo. Bahwa bukan hanya mengembangkan spot Wae Rebo, tapi kawasan Wae Rebo yang terdiri dari 6 Desa di sekitar termasuk Desa Satar Lenda, seperti Desa Borik, Satar Luwuk, Latar Luju, Ceka Luju, Wongka dan Nuca Molas.
“Kita mau, ada Wae Rebo di titik tengahnya, desa-desa sekitar akan menunjang pengembangan pariwisata Wae Rebo. Di situ kita akan bicara Infrastruktur, kekhasan masing-masing desa, atau apa yang bisa diproduksi oleh masing-masing desa,” katanya. (Pkp Manggarai)



Tinggalkan Balasan