Dalam mewujudkan Wae Rebo jadi Desa Wisata terbaik di Dunia, salah satu faktor pendukung adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Menteri Sandi, SDM harus disiapkan secara masif, untuk memastikan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo (yang meliputi 11 kabupaten) tersentuh dengan program pariwisata.

“Saya ingin berikan kesempatan kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, untuk Bang Nadiem turun juga dengan tim khususnya, agar SDM di seluruh Manggarai dan destinasi super prioritas ini bisa kita identifikasi bersama, dan kita akan rakor (rapat koordinasi) segera sebelum akhir tahun bersama Pak Nadiem Makarim,” ujar dia.

Di hadapan Menteri Sandi Uno, Ketua Lembaga Adat Wae Rebo, Frans Mudir mengusulkan kepada Pemerintah agar memberikan beasiswa penuh kepada masyarakat adat kampung Wae Rebo yang hendak kuliah ataupun yang sedang kuliah.

“Mewakili masyarakat adat Wae Rebo seluruhnya, demi peningkatan SDM masyarakat, kami mengusulkan kalau boleh anak-anak dari masyarakat Wae Rebo untuk tahun ajaran ini yang masuk kuliah atau yang sedang kuliah untuk mendapat beasiswa penuh,” ungkapnya.

Usulan itu langsung disambut baik oleh Menteri Sandiaga Uno. Tapi ia menegaskan bahwa orang yang mendapatkan beasiswa itu harus kembali untuk mengembangkan Wisata Wae Rebo Ketika selesai mengenyam pendidikan atau pelatihan.

“Ini usulan yang baik, langsung saja diusulkan ke Badan Otorita (BPOLBF) untuk diproses, dan nanti akan dipilih tentunya sesuai dengan slot-slotnya dan ini nanti kita namakan beasiswa khusus untuk Wae Rebo. Para sholar (penerima beasiswa) nanti semoga bisa membawa ilmunya kembali, dengan harus ada keterikatan. Mereka haru kembali ke sini untuk melakukan kegiatan yang berdampak kepada masyarakat,” katanya.

Menanggapi itu, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas kepedulian dalam pengembangan wisata Wae Rebo. Ia juga berharap agar cita-cita Wae Rebo menjadi desa wisata terbaik di dunia bisa terwujud.