Sandiaga Uno mengaku senang dengan penyambutan luar biasa saat ia tiba di Kampung Adat Wae Rebo, mulai dari pemandangan indah yang memanjakan mata, kearifan lokal dan kelestarian budaya yang baik, sampai pada kuliner.

Harapan Wae Rebo Menuju UNWTO

Sandiaga Uno mengaku senang bisa mengunjungi kampung wisata adat Wae Rebo, apalagi ia sempat menginap tempat wisata yang ramah lingkungan itu. Berwisata ke Wae Rebo kata dia membutuhkan perjuangan, karena harus berjalan kaki kurang lebih sepanjang 5 km, melewati jalan bebatuan dan setapak yang licin.

”Tentu saja saya sangat merasa bahagia, bukan hanya mengunjungi tapi juga menginap dan merasakan kehangatan penyambutan dari masyarakat yang betul-betul secara tulus, ikhlas ingin mengembangkan dan menyejahterakan masyarakat dengan kearifan lokal dan kelestarian budaya,” katanya di hadapan masyarakat adat Wae Rebo.

Sandiaga Uno mengungkapkan, dari 50 desa wisata yang telah dikunjungi, Wae Rebo adalah simbol kebangkitan ekonomi Indonesia. Sebab, masyarakat khususnya anak muda Kampung adat Wae Rebo terus berkarya dan berprestasi kendati di tengah pandemi COVID-19.

Ia berharap agar desa wisata Wae Rebo bisa ikut dalam ajang UNWTO Internasional tahun 2022 mendatang mewakili Indonesia.

Sandiaga Uno berjanji, pihaknya akan memulai melakukan asesmen tahun depan di Wae Rebo untuk menjadi world best tourism village atau desa wisata terbaik di dunia dan akan menugaskan Ketua Dewan Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Prof. Azril Azahari untuk memberikan pendampingan untuk memastikan desa wisata Wae Rebo bisa memberikan kebanggaan bagi Indonesia.

”Saya nanti akan langsung memerintahkan Prof. Azril dengan Surat Keputusan, agar mulai ditata betul-betul, apa kekurangan atau apa yang harus lebih diangkat, akan kita penuhi. Karena ini kesempatan Indonesia untuk menunjukan kepada dunia bahwa desa wisata kita betul-betul ramah lingkungan dan berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” katanya.

“Saya justru membayangkan, masa depan Pariwisata, seperti destinasi-destinasi seperti Wae Rebo ini. Kita tinggalkan destinasi yang hanya mengumpulkan sampah banyak berbondong-bondong, tapi destinasi yang berbasis kualitas, dan berbasis lingkungan berkelanjutan,” tambahnya lagi.