Dia menyebut, dana bantuan senilai Rp10 Miliar, harus dimanfaatkan secara efektif, dan mencermati seluruh kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak badai seroja.
“Kalau mau sekedar belanja, kami sudah belanjakan dan selesai. Tetapi kami tidak mau kerja seperti itu. Karena uang itu harus digunakan secara efektif, untuk betul-betul tepat pada kebutuhan masyarakat. Sehingga harus dicermati secara baik, apa yang mau kita sentuh,” terangnya.
Pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera menginput data kebutuhan masyarakat terdampak badai seroja, dan yang usulkan diusulkan adalah pengadaan semen, seng, dan paku, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Hampir semua masyarakat kebutuhannya sama. Apakah itu merupakan kebutuhan real masyarakat saat ini? Atau ini sekedar usulan karena gampang?” tanya Polo Maing.
Takutnya, kata dia, setelah bantuan sudah disalurkan ke masyarakat dan bangunan belum dikerjakan, maka dampaknya bahan bangunan seperti semen yang diberikan akan rusak, sehingga akan menimbulkan masalah baru.



Tinggalkan Balasan