Setelah berjalan sejauh 3 Km, Oktaviana kemudian dijemput menggunakan mobil sewaan, dan kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo yang ada di Labuan Bajo.
“Tadi pakai mobil Pikap milik Sasis Mali warga Culu, itu dibayar Rp250.000. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.
Terkait kondisi yang dialami tersebut, Paulinus berharap agar pemerintah bisa memperhatikan infrastruktur jalan di desa tersebut, supaya akses kendaran bisa dilalui sehingga segala kesulitan yang ada di desa bisa dimudahkan.
“Sebenarnya tujuan kami memang karena akses jalan yang buruk, sehingga Kami berharap kepada pemerintah untuk bantu kami agar infrastruktur jalan bisa dibangun,” harapnya.
Tidak hanya Infrastruktur, Paulinus juga mengakui bahwa di desa tersebut juga bertahun-tahun lamanya belum pernah tersentuh aliran listrik PLN.
“Selain jalan, listrik juga kami belum ada dan itu sudah lama. Kemudian selama ini kami masyarakat dengan tokoh-tokoh adat telah berupaya membuat proposal sebanyak 5 kali dan mendatangi Kantor PLN Labuan Bajo dan bertemu dengan Ketua DPRD, namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan