“Ada 3 kabupaten di NTT yang Stuntingnya tinggi, salah satunya Kabupaten Kupang. Sehingga pemerintah berkolaborasi dengan LSM termasuk Yayasan JPM bekerja keras bersama menurunkan angka Stunting di Kabupaten Kupang,” kata Welny.
Hal senanda juga disampaikan Direktur Yayasan JPM, Yohanis Pakereng. Menurutnya, perlu ada kerja sama berbagai pihak untuk menghilangkan stunting dari Kabupaten Kupang.
Di Desa Pasi, Yayasan JPM telah melaksanakan program pemberantasan Stunting selama 8 bulan, dengan bekerja sama dengan Pemkab Kupang, Pemerintah Kecamatan Fatuleu Tengah dan Pemerintah Desa Pasi.
“Ada 2 hal utama yang dijalankan Yayasan JPM di Desa Pasi, yaitu dalam bidang pertanian dan bidang kesehatan. Dalam bidang pertanian Yayasan JPM memfasilitasi masyarakat membangun kebun keluarga dan kolam ikan Lele untuk memenuhi gizi keluarga. Sedangkan dalam bidang kesehatan, tenaga kesehatan dan aparat desa selalu diberi penguatan dan pelatihan mengenai pemberantasan stunting,” tutupnya.
Untuk diketahui saat ini di Desa Pasi terdapat 50 anak yang menderita Stunting, 7 orang anak mengalami gizi buruk, dan 10 orang anak mengalami gizi kurang. (Pkp/Yeri)



Tinggalkan Balasan