Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja dalam pleno tersebut meminta TPAKD agar memperhatikan kendala dalam pengajuan kredit bagi UMKM, terutama KUR.

Menurutnya dari sisi debitur pengajuan KUR terkendala persyaratan administratif, usaha belum layak serta tidak memiliki agunan. Karena itu dia menyarankan agar syarat administratif pengajuan KUR dipermudah.

Saran lainnya adalah memberikan pelatihan untuk mengembangkan usaha, menurunkan suku bunga serta meningkatkan plafon KUR. Sedangkan dari sisi perbankan, penyaluran KUR di NTT umumnya terkendala riwayat kredit macet calon debitur, debitur memiliki pinjaman di lembaga keuangan lain serta usaha belum layak dibiayai. Karena itu menurutnya ke depan perlu edukasi literasi keuangan dan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

Rapat pleno penetapan program kerja TPAKD tersebut dipandu oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Utama Bank NTT, Boy Nunuhitu serta segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang terkait. Launching ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan kredit merdeka Bank NTT kepada tiga pelaku UMKM Kota Kupang oleh Wali Kota Kupang bersama Kepala OJK Perwakilan NTT dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. (PKP_ans)