Di sisi lain lain kata dia, dari segi pemasaran, beberapa sector ekonomi kreatif mengalami stagnasi atau bahkan macet seperi bisnis seni pertunjukan, barang antik, atau kerajinan-kerajinan tertentu ikut terkena dampak.

“Hal ini karena platform pemasarannya masih bersifat tradisional. Beberapa di antaranya seperti perajin-perajin yang mengandalkan pasar pada kawasan-kawasan destinasi wisata terganggu karena pembatasan kunjungan wisatawan. Namun ketika beralih kepada platform digital, dengan memanfaatkan jasa pemasaran secara online maka sektor ini bisa bertumbuh,” ungkapnya.

Menurut Marsel Payong, Ekonomi kreatif membutuhkan perubahan mindset dan cara berpikir di mana orang harus cerdas dan kreatif untuk menciptakan peluang dan mengubah nilai-nilai tambah tertentu pada produk-produk yang dihasilkan. Kreatif di sini artinya mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa dan bernilai ekonomis.

Lebih jauh ia menjelaskan potensi pengembangan ekonomi kreatif di Flores atau NTT sesungguhnya sangat besar. Selain produk-produk kerajinan seperti tenun ikat, ada banyak sekali produk-produk kreatif yang bisa dihasilkan dari bahan-bahan baku local yang ada.