“Literasi digital sama pentingnya
dengan membaca, menulis, berhitung,
dan disiplin ilmu lainnya. Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam menciptakan, mengelaborasi,
mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika kecakapan (life skills),” jelasnya.

Literasi digital kata Fransiskus, tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi, tetapi juga kemampuan bersosialisasi, kemampuan dalam pembelajaran, dan memiliki sikap, berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kecakapan yang harus dimiliki pada abad 21 di tengah kemajuan teknologi digital terbagi beberapa hal sebagai berikut, pertama kualitas larakter yaknin bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah, beberapa hal yang berkaitan dengan itu antara lain, Iman & taqwa, rasa ingin tahu, Inisiatif, Gigih, Kemampuan, beradaptasi Kepemimpinan, Kesadaran sosial dan budaya.