Meski demikian, setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda dalam memahami literasi digital.

“Antara individu yang satu dengan yang lain tidak sama. Sebab daa penggunaannya tergantung kebutuhan kebutuhan masing-masing.Salah satu cara yang penting dilakukan untuk menangkal pengaruh dari konten negatif adalah dengan memperbanyak konten positif. Bentuk konten positif adalah konten yang memiliki tema atau topik
pendidikan, Budaya, kesehatan, pertanian, aneka tutorial, hiburan, musik, dan lain sebagainya yang Bernuansa positif,” jelas Yohanes Jakri.

Menurutnya, diantara beragam platform media sosial, dapat dikatakan bahwa YouTube lah yang saat ini menjadi salah satu tujuan utama anak muda untuk mencari beragam konten dalam bentuk video. Konten dan juga kreator konten di YouTube atau YouTuber adalah bagian dari kehidupan anak muda serta para generasi milenial yang tidak bisa lepas dari derasnya
penetrasi internet.

Meskipun angka pengguna internet setiap tahun mengalami peningkatan tapi dampaknya pada masyarakat terutama anak muda belum optimal.