Pria yang akrab disapa Manto Tapung itu menjelaskan secara rinci terkait defenisi hoax. Ia menyebut hoax telah menjadi virus atau lawan dari etika. Hoax adalah kepalsuan yang sengaja untuk diakui sebagai kebenaran. Kemudian berdasarkan hasil survei, muncul klasifikasi hoax.

Berdasarkan survei, responden menyampaikan, hoax itu berita bohong yang disengaja, berita yang tidak akurat, berita ramalan, dan berita yang menyudutkan.

“Dari mana hoax itu menyebar? Pertama paling besar itu dari media sosial, aplikasi chat, situs web, televisi, media cetak, email, dan radio. Maka dari itu perlu dilakukan fake checking artinya kalau dapat dari media sosial maka perlu cek di media cetak, muncul atau tidak berita tersebut supaya menguji validitas dari berita yang kita baca,” jelasnya.

Ia menambahkan, berita media atau informasi yang didapat dari media sosial merupakan pertarungan ideologi. Sebuah berita media adalah produk dari kontestasi kepentingan atau konflik kepentingan dari para pihak.

“Di mana setiap media diarahkan pada kepentingan ideologi politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain dari orang atau kelompok tertentu yang sengaja dibuat supaya bisa menguasai kelompok seseorang atau kelompok tertentu, supaya ideologi politik, ekonomi, budaya yang mereka anut bisa dianuti juga oleh orang lain,” tambahnya.