Kupang, KN – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang terus berinovasi dan berkembang menjadi kampus kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Berbagai gebrakan strategis terus dilakukan oleh pihak Yayasan maupun Rektorat. Tujuannya adalah untuk membawa UNWIRA Kupang menjadi kampus yang lebih bermutu dan inovatif di masa depan.

Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD (kanan) didampingi Dosen FISIP sekaligus Pengamat Politik UNWIRA Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona (kiri), saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Rektorat, Selasa 14 September 2021 / Foto: Ama Beding

Dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-39 pada tanggal 24 September 2021, UNWIRA Kupang kembali menggelar berbagai aksi sosial, salah satunya adalah bagi-bagi sembako kepada mahasiswa yang terdampak pandemi COVID-19.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus UNWIRA Kupang pada Selasa 14 September 2021 ini, dihadiri oleh Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD, Ketua Yayasan St. Arnoldus Jansen, P. Yulius Yasinto, SVD, para Dekan, Kepro, Dosen dan mahasiswa-mahasiswi penerima bantuan sosial.

Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD mengatakan, Dies Natalis merupakan momentum untuk mengucap syukur atas kesempatan melayani dan mengabdi kepada masyarakat, sejak Dies Natalis pertama, sampai Dies Natalis ke-39.

“Setiap kali kita merayakan Dies Natalis dari tahun ke tahun, ada dua unsur yang harus dilaksanakan, yaitu mengucap syukur dan doa harap supaya menjadi lebih baik, lebih sukses, dan inovatif dalam melaksanakan Tri Dharma,” kata Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD kepada wartawan di ruang kerjanya.

Pakar Islamologi ini menjelaskan, Dies Natalis ke-39 tahun ini mengangkat tema “UNWIRA Berdies Natalis Dalam Era Disrupsi”.

Menurut Rektor UNWIRA Kupang, saat ini banyak sekali tantangan yang mengganggu dan menghalangi berbagai rencana pembangunan serta pengembangan akademik ke depan.

“Menghambat, tetapi sekaligus menantang. Ketika kita belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kita akan berubah secara lembaga, dan akan berdampak terhadap semua output kita. Lulusan kita akan mampu berinovasi dalam konteks-konteks yang baru, dosen-dosen kita akan terus melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan-tantangan baru,” ujar P. Dr. Philipus Tule, SVD.