Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD mengatakan, Dies Natalis merupakan momentum untuk mengucap syukur atas kesempatan melayani dan mengabdi kepada masyarakat, sejak Dies Natalis pertama, sampai Dies Natalis ke-39.
“Setiap kali kita merayakan Dies Natalis dari tahun ke tahun, ada dua unsur yang harus dilaksanakan, yaitu mengucap syukur dan doa harap supaya menjadi lebih baik, lebih sukses, dan inovatif dalam melaksanakan Tri Dharma,” kata Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD kepada wartawan di ruang kerjanya.
Pakar Islamologi ini menjelaskan, Dies Natalis ke-39 tahun ini mengangkat tema “UNWIRA Berdies Natalis Dalam Era Disrupsi”.
Menurut Rektor UNWIRA Kupang, saat ini banyak sekali tantangan yang mengganggu dan menghalangi berbagai rencana pembangunan serta pengembangan akademik ke depan.
“Menghambat, tetapi sekaligus menantang. Ketika kita belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kita akan berubah secara lembaga, dan akan berdampak terhadap semua output kita. Lulusan kita akan mampu berinovasi dalam konteks-konteks yang baru, dosen-dosen kita akan terus melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan-tantangan baru,” ujar P. Dr. Philipus Tule, SVD.



Tinggalkan Balasan