“Tetapi dia justru mau laporkan saya ke polisi. Sehingga saya tunggu panggilan resmi dari polisi, dan saya akan balik laporkan Ferry, terkait masalah penyerobotan dan pengerusakan,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika Ferry Hamid ingin menyelesaikan masalah, silahkan lakukan pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah, sehingga kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Bukan nantang orang untuk berkelahi, seolah-olah dia ini hebat sekali. Dia juga harus segera tanggapi surat dari pemerintah,” harapnya.

Edward berharap, semoga instansi terkait segera merespon dan menanggapi persoalan tersebut sehingga ada kepuasan dan keadilan bagi masyarakat.

“Kita harap instansi terkait cepat tanggapi, baik itu Dinas Pertanahan maupun Dinas PUPR, sehingga kita bisa legah, dan dia (Ferry, red) bisa melanjutkan aktivitasnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Robert da Costa, ST selaku salah satu korban yang dirugikan dalam pembangunan Ruko tersebut mengatakan, selama ini Fery Hamid tidak memiliki iktikad baik, dalam menanggapi protes dari warga yang dirugikan.

“Sebelumnya dia sudah melakukan pengukuran, tetapi belum selesai, dia sudah lakukan pembangunan. Terus bangunan lantai 2 itu dalam persiapan pengecoran. Tetapi itu masuk ke halaman orang. Ibarat orang pakai topi, bangunan lantai 2 masuk ke halaman saya,” jelas Robert da Costa kepada wartawan, belum lama ini.

Robert menjelaskan, pada prinsipnya dia tidak mempersulit proses pembangunan, tetapi Fery Hamid diminta untuk menyelesaikan terlebih dahulu persoalan yang terjadi saat ini.

“Saya sudah berkonsultasi dengan pihak PUPR Kota Kupang. Pemerintah telah bersurat ke pemilik ruko, tetapi tidak diindahkan oleh yang bersangkutan. Mereka tetap bekerja terus,” jelas Robert.

Ia menegaskan, jika Fery Hamid terus memaksakan pembangunan berjalan terus, maka pihaknya terpaksa mengambil langkah lain, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sepanjang masih ada ruang, kami akan tempuh, tetapi kalau pemerintah Kota Kupang melalui Pol PP tidak tanggap, maka terpaksa akan kami ambil langkah lain,” ucap Robert.