Setiap agama, kata dia, memiliki nilai universal (kemanusiaan, cinta kasih, kedamaian, toleransi, kerukunan, red) yang dapat mengikat semua orang melalui suku, bangsa, bahasa, budaya dan geografi serta tingkat sosial ekonomi dan pendidikan. Sehingga tidak ada alasan orang berbeda agama, tidak bisa rukun dan menyatupadukan kekuatan untuk bekerja sama membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

“Untuk itu prinsip wawasan multikulturalisme dan kehidupan pluralis perlu terus-menerus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan nyata sehari-hari,” terangnya.

Wagub JNS menambahkan, dirinya sangat optimis bahwa kehidupan keagamaan di negara Indonesia di masa mendatang akan semakin semarak, apabila semua pimpinan agama dan umat saling bergandengan tangan untuk mewujudkan kerukunan, dan keharmonisan hidup beragama untuk menjadikan pilar penyangga terwujudnya kerukunan nasional. (*)