“Karena sangat banyak aset yang sudah kita lakukan penyitaan. Dalam waktu dekat, saya ingin aset itu harus diubah menjadi uang dan dimasukan kembali ke Bank NTT. Aset Bank NTT itu tersebar di Jakarta, Surabaya dan Jawa Timur,” jelasnya.
Setelah disita, aset-aset milik Bank NTT bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti membuat kantor cabang, karena letaknya sangat strategis di tengah kota.
“Dalam waktu dekat, tim bentukan saya bersama Bank NTT secepatnya akan memutuskan asset ini mau dibikin uang atau digunakan kembali. Yang penting untuk kemakmuran masyarakat NTT,” kata Yulianto.
Yulianto menambahkan, perkara kasus korupsi Bank NTT telah inkrah, sehingga semuanya wajib dikembalikan ke Bank NTT yang merupakan pihak yang dirugikan, dengan total kerugian mencapai Rp128 Miliar.
“Saat ini baru awal yaitu Rp11 Milar. Sehingga saya akan tetap kejar terus aset yang ada, agar Bank NTT yang katanya bank sehat, bisa tambah sehat lagi. Makanya kita harus hadir disitu,” tandas Yulianto. (*)





Tinggalkan Balasan