Dia menambahkan, dirinya telah memiliki pendamping hidup, Yohana Osi (25), dan dikaruniai seorang anak, Elfa (1). Namun hingga kini, istrinya belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga dirinya membuka sebuah usaha penjualan sembako, untuk dikelolah isterinya.

“Usaha itu dibangun diatas lahan milik orang, tetapi sudah atas persetujan dan izin dari desa setempat. Istri saya dipercaya juga untuk bantu menjaga warung kopi yang berada di sekitar lokasi,” jelas Lazarus.

Ia berharap kepada para generasi muda untuk terus berusaha dan bekerja keras tanpa mengenal gengsi, demi mencapai kesuksesan di masa depan.

“Saya juga punya harapan besar bagi kaum muda, jangan pernah gengsi untuk mulai berwirausaha, meskipun seperti saya yang jualan ke pasar ataupun ke kampung. Semoga pemerintah bisa melihat kami dan perhatikan khususnya dalam persoalan gaji tenaga guru honorer,” tandasnya.

Lazarus Agun merupakan alumi Universitas Kanjuruhan Malang, Program Studi (Prodi) IPA (Fisika Terapan). Sementara istrinya Yohana Osi merupakan lulusan Sarjana Ilmu Geografi.