Dia menjelaskan, di tengah kesibukan mengabdi sebagai guru, Lazarus mengisi waktu luangnya dengan berjualan ke pasar.

Sebelum berangkat ke sekolah, Lazarus harus berangkat ke Kota Ruteng untuk mengambil barang dagangannya berupa tahu dan tempe untuk dijual ke pasar.

“Berangkat dari kampung sekitar jam 6 pagi sehingga sampai di Kota Ruteng jam 8 pagi. Pulang sekitar jam 10, langsung jual ke pasar dan setiap kampung yang ada di sekitar wilayah Satar Mese Barat,” jelas Lazarus.

Dia menyebut, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah baru dilaksanakan pukul 12:00 Wita, sehingga dirinya mengisi waktu luang untuk menjual dagangan jenis lainnya ke pasar. “Sambil mengajar, saya juga menjual kelapa murni raja gunung dan dagangan jenis lainnya,” terang Lazarus.

Dengan berdagang di masa pandemi COVID-19, dirinya mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp200-500 ribu per bulan, untuk menopang perekonomian hidup keluarganya.

“Selama masa pandemi COVID-19, saya tetap jualan, meski itu sulit, tetapi mau bagaimana. Biar untung Rp1000-5000 rupiah tetapi dapat menutup kebutuhan keluarga. Dari pendapatan yang saya jualan di luar gaji, sekitar Rp200-500 ribu rupiah perbulan, kalau tidak sepi,” ucapnya.