Sementara dua orang anggota keluarga lainnya yang negatif atau tidak terpapar COVID-19, adalah Venansius Sumardi (12), dan adiknya yang masih berusia 4 bulan.

“Keadaan mereka sekarang sangat memprihatinkan. Mereka kehabisan makanan, seperti sembako. Ada padi mau digiling, tapi orang tidak mau terima,” ungkap Maria Yasinta Dewi, salah satu keluarga dekat para pasien kepada wartawan

Dewi juga menyampaikan, saat ini keluarganya yang terpapar COVID-19 diasingkan oleh warga sekitar. Padahal mereka sedang membutuhkan beras dan makanan pokok lainnya. Saat hendak berbelanja, pemilik kios enggan melayani mereka.

“Sementara bayi mereka masih menyusui dan asi ibunya tidak lancar karena stres dan kekurangan gizi. Di sini mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah,” jelas Dewi.

Kejadian ini juga memantik berbagai respon dari masyarakat, termasuk Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Manggarai, Siprosa R. Gandut. Ia bersama tim dari Partai Golkar akhirnya menyerahkan bantuan sembako dan diterima langsung oleh para pasien COVID tersebut. (*)