Bagi Elcid, dengan cara yang cerdas akan memberikan dampak positif, serta membawa masyarakat keluar dari ancaman COVID-19. Sehingga dengan membatasi ruang gerak langkah pencegahan COVUD, maka akan menambah beban bagi masyarakat. Sebab, masyarakat tidak tahu akan mengadukan permasalahan tersebut.

“Saya klarfikasi sekalai lagi tidak ada niat untuk berkelahi dengan pak rektor. Argumentasi, tetapi eskpresinya berdiri,” tandasnya.

Sementara Pendeta Emi Sahertian yang juga hadir dilokasi kejadian, menyebutkan, pihak FAN tidak sedang berupaya untuk menantang perkelahian dengan rektor Undana.

Emi menerangkan, dirinya berada persis ditengah, dan berusaha untuk melerai keributan tersebut dan kembali ke subtansi persoalan dengan tetap berdebat secara akademik.

“Saya berpikir Elcid dan teman-teman ini dengan nada tinggi ini karena membawa suara rakyat. Pool test dan dalam kebijakan ini ditunda ini yang terjadi,” jelasnya.

Dia mengaku reaksi terhadap kritik yang diberikan seharusnya dibalas dengan kritik ilmiah sehingga tidak terjadi hal yang sepatutnya tidak terjadi.