Leader mengisahkan, dari hasil pantauan di lokasi proyek, kondisi ruas jalan provinsi tersebut sangat memprihatinkan. Pasalnya jalan tersebut baru saja selesai dikerjakan pada akhir Juni 2021 lalu, namun pada akhir Juli 2021 sudah terjadi kerusakan.
Beberapa lapisan aspal mulai terangkat dan terjadi retakan di bagian bibir jalan. Mirisnya lagi, saat sepeda motor melakukan parkir di bahu jalan, bekas standar motor langsung bolong ke dalam aspal.
Akibat dari kondisi ini, kata Leader, sejumlah masyarakat gerah dan menilai proyek ruas jalan yang menelan anggaran negara senilai Rp7 Miliar lebih itu dikerjakan hanya asal jadi.
“Parkir motor di pinggir jalan standar satu saja, bekas standar motor di jalan langsung lobang dan retak. Mungkin saat mereka kerja itu aspalnya sudah dingin. Kalau begini, pastinya jalan tidak kuat. Dengan kondisi ini, kami mendesak pihak kontraktor untuk melakukan proses aspal ulang,” jelas Leader.
DPRD NTT dan pemerintah juga diminta segera memantau langsung ke Lokasi proyek tersebut, sehingga bisa mengetahui langsung persoalan di lapangan.



Tinggalkan Balasan