Termasuk kerendahan hati ditunjukan Maria ketika mendapat apresiasi dari saudarinya. Maria malah menyatakan magnificatnya sebagai bukti bahwa semua yang ia wartakan adalah kehendak Tuhan dan demi kemuliaam Tuhan di tengah sesama.

Pada titik inilah, kita yang beriman pada Tuhan belajar apa arti menghargai diri sendiri, sesama dan terutama menghormati pribadi yang kita imani. Karena terkadang kesombongan duniawi menjadi tembok pemisah yang sangat tebal antara kita dengan Tuhan. Salah satunya karena kita beranggapan semua yang kita inginkan sudah kita miliki secara duniawi dan karenanya Tuhan tak dibutuhkan dalam hidup kita. (*)