Pengorbananya tidak sampai di situ. Yunus Labba juga menyekolahkan anak asunya mulai dari Paud, Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, hingga ke Perguruan Tinggi.
“Jumlah mereka 81 orang. 36 anak sudah kuliah, sementara sisanya masih duduk di bangku Paud, SD, SMP dan SMA,” terangnya.
Untuk menunjang proses belajar siswa di tengah pandemi, dirinya telah memasang dua unit Wifi, sehingga ketika mengikuti pelajaran secara daring, anak asuhnya tidak mengalami kendala.
“Karena belajar masih online, saya pasang Wifi dua. Ini memang cukup berat, tetapi merupakan pelayanan, dan saya percaya bahwa cara Tuhan pasti menonong saya,” ujarnya.
Sementara untuk biaya pendidikan, dirinya telah menyiasati dengan cara melakukan pendekatan terhadap pihak sekolah untuk memberikan beasiswa kepada anak asuhnya. Meski terdapat sejumlah sekolah yang tidak memberikan beasiswa.
“Contonya di SMAN 6, itu tidak ada toleransi. Saya pikir sekolah negeri, tetapi justru lebih sulit. Harusnya bisa ada perhatian. Kalau free itu di SMPN 12, SMAN 4, dan SD Generasi Bangsa, itu dari sekolah dan yayasan kasih keringanan. Sementara di SMAN 6 saya bayar sendiri,” terangnya.



Tinggalkan Balasan