“Saya putuskan untuk mencari kerja sampingan di luar Institusi Polri. Dan akhirnya saya diterima di Lippo Plaza Kupang sebagai seorang Chief Security. Saya berpikir bahwa itu bisa menopang dan membantu mereka. Tetapi ternyata masih sangat kurang, karena jumlah mereka banyak,” jelasnya.

Dalam segala keterbatasan, pada tahun 2016 jumlah anak asuhnya mengalami penambahan hingga puluhan orang. Sehingga Yunus Labba memutuskan untuk membangun Panti Asuhan dengan nama Generasi Pengubah, agar memiliki legalitas yang jelas.

“Saya sempat tukar pikiran dengan kawan Pendeta, dan mereka arahkan saya untuk bangun Panti Asuhan, sehingga memiliki legalitas. Karena anak-anak ini merupakn generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian,” terangnya.

Menurutnya, setelah mengurus semua persyaratan, pada awal tahun 2017 silam, dirinya mendapatkan Akta Notaris dan Surat Keputusan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), untuk legalitas Panti Asuhan yang dibangun.

Yunus mengisahkan, perjalanan panjang dan suka duka membangun Panti Asuhan akhirnya terwujud usai ijin operasionalnya dikeluarkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang pada tahun 2018 lalu.