Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi dan pemaparan yang dihadiri Asisten II yang membidangi ekonomi dan pertanian, Dinas Pertanian, DPD ASPEPORIN LEMBATA, dan mitra yang sedang menjajaki kerja sama dengan petani porang Lembata.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, P. Kanisius Tuaq, SP dalam pemaparannya menyampaikan, Kabupaten Lembata memiliki potensi pengembangan porang yang nantinya akan dikembangkan 25 hektar lahan baru, oleh para petani dengan target di tahun 2024 akan dikembangkan menjadi 200 hektar untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Secara teknis 200 hektar lahan dilakukan ekspansi lahan baru dan tidak mengganggu lahan petani komoditi lainya seperti, jagung, ubi, pisang, sorgun dan komoditi petani sebelum adanya porang ini mulai dikembangkan dengan pola pemanfaatan lahan tidur yang ada di kabupaten lembata yang jumalanya cukup besar berdasarkan data dinas pertanian kurang lebih 39 ribu lahan tidur.
Metode yang dilakukan oleh dinas pertanian dalam pengembangan porang adalah melakukan identifikasi Calon Petani, Calon Lahan(CPCL) sehingga akan dikembangkan dengan system ekpansi lahan pengembangan secara bertahap mulai dari 200 hektar, menjadi 500 Ha di 2025 dan terus bertambah sampai 1000 ha di tahun 2026 yang akan menjadi proritas pengembangan petani porang Lembata sehingga kabupaten Lembata menjadi salah satu kabupaten pengasil porang di NTT dan Indonesia.
Dalam Pemaparan Ketua ASOSIASI ASUHAN PEMBERDAYAAN PORANG INDONESIA (DPD ASPEPORIN LEMBATA) Kabupaten Lembata Yakobus Teka, SST menyampaikan petani porang di Kabupaten Lembata sejak komoditi ini belum ditetapkan menjadi komoditas unggulan petani sudah mengembangkan seperti di Desa Belobatan Kecamatan Nubatukan sudah menjadi primadona yang mengiurkan sehingga diikuti petani lainnya seperti di Kedang, Atadei, Lebatukan, Nagawautun dan Wulandoni.
Berbagai potensi dan prosepek inilah yang membuat petani porang dibeberapa desa di Kabupaten Lembata mulai secara besar besaran mengembangan komoditi ini di Kabupaten Lembata ada 58 Desa dengan perkiraan lahan 104 hektar lahan yang sedang dikembangkan oleh petani dengan rincian yaitu Kecamatan Atadei jumlah desa petani porang 14 desa dengan lahan pengembangan saat ini 28 hektar, Kecamatan Nagawutun 7 desa petani porang dengan luas lahan 14 hektar, Kecamatan Nubatukan 8 Desa dengan Luas pengembangan saat ini adalah 20 hektar, Kecamatan Lebatukan 8 Desa dengan jumlah luas lahan 10 hektar, Kecamatan Omesuri 7 Desa dengan luas lahan saat ini 14 Hektar, Kecamatan Buyasuri 8 Desa dengan luas lahan 10 hektar, Kecamatan Wulandoni 6 Desa dengan luas lahan 8 hektar.







Tinggalkan Balasan