Menurutnya, kegaduhan di ruang DPRD Kabupaten Sikka merupakan sebuah insiden yang sama sekali tidak diharapkan. Namun terjadi secara spontanitas, karena kecewa terhadap tindakan pimpinan DPRD Sikka.

“Saya kecewa karena istri saya juga merupakan tenaga keaehatan yang terpapar COVID-19, karena di Puskesmas Beru, para nakes tidak dibekali Alat Pelindung Diri (APD). Saya belum berpendapat, David sudah ketuk palu. Sebagai suami Nakes, siapa yang tidak marah,” tegas Cinde.

Menurutnya, pernyataan anggota DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu sangat menyinggung perasaan para Nakes. Seharusnya dalam forum tersebut, DRPD secara terbuka menyampaikan, sehingga para Nakes bisa puas hati, karena mereka telah bekerja sepenuh hati.

“Kondisi rapat saya lihat tidak jelas arah dalam dinamika sidang. Kemudian muncul sebuah perasaan spontanitas, tiba-tiba terjadi seperti itu, insiden yang sebenarnya sama sekali tidak diharapkan,” ungkap Sinde.

Dengan demikian, secara pribadi, melalui Ketua Fraksi Partai PAN sekaligus Ketua Partai, Fransiskus Cinde menyampaikan pemohonan maaf kepada Lembaga DPRD. Karena perbuatannya, lembaga DPRD mendapat penilaian buruk dari masyarakat.