Sedangkan juara tiga adalah Desa Detusoko Barat Kabupaten Ende. Masih disampaikan oleh Dr. James bahwa desa ini sudah terkenal dalam waktu cukup lama dan desa ini dipilih sebagai desa binaan karena dikelola oleh BUMDES yang didampingi oleh Bank NTT.

“Pogram yang ditawarkan adalah program pertanian dan pariwisata yang didesain sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah potensi ekonomi. Dan desa ini adalah menjadi the leader of motivation bagi desa-desa lain dalam rangka menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat desa,”tegas akademisi ini.

Terakhir, adalah desa favorit. Juri menetapkan Kampung Adat Prai Ijing, Desa Tebara Kabupaten Sumba Barat, karena beberapa alasan penting. Salah satunya, di Desa Tebara bukan hanya terkenal karena kampung adatnya, tetapi desa ini menjadi lokasi pengambilan gambar produk terbaru Ferrari, yang adalah mobil Eropa dengan harga super mahal.

“Sehingga Tebara, merupakan sebuah simbol budaya yang kuat ketika dipadukan dengan Ferrari, yang mewakili unsur modernitas, menjadi sebuah lambang tentang kedua unsur ini ketika dipadukan, menjadi sebuah kekuatan. Dari Tebara ini dunia mengenal lebih jauh tentang Indonesia, dan dari Tebara juga dunia mengenal lebih dekat Pulau Sumba dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Sebagai dewan juri, dia berharap agar desa-desa yang belum masuk dalam festival tahun ini tidak berkecil hati tetapi lebih termotivasi menggaungkan desa-desa binaannya agar di tahun-tahun berikut menjadi lebih bagus dan lebih berkembang.

“Selamat untuk semua yang menjadi juara dan selamat untuk semua yang telah menjadi peserta,” pungkasnya.

Sementara itu, teridentifikasi desa-desa yang masuk dalam daftar 12 besar:
1. Desa Ajaobaki (nilai 100%)
2. Desa 7 Maret Hadakewa (nilai 100%)
3. Desa Detusoko Barat (nilai 100%)
4. Desa Compang Todo (Nilai 99%)
5. Desa Colol (nilai 96%)
6. Desa Tebara (nilai 96%)
7. Desa Ternate (nilai 95%)
8. Desa Dualaus (nilai 94%)
9. Kelurahan Manutapen (nilai 93%)
10. Desa Kambatatana (nilai 93%)
11. Desa Tuamese (nilai 91%)
12. Desa Watugong (nilai 86%)