Saat itu, Dr. James selaku ketua dewan juri, menjelaskan, Desa Ajobaki terpilih karena memiliki beberapa spot wisata yang sangat bagus. Yakni Fatunausus, Fatumnasi, Gunung Marmer, Gunung Mutis dan desa ini berada di puncak, udaranya segar, dingin dan berkabut. Mereka punya multi produk yang ditawarkan yakni 33 jenis minuman dan makanan.
“Kita akan merasa berbeda ketika kita minum minuman khas instan jahe, serta aneka minuman lainnya. Ada fermentasi jahe, anggur, pisang dan sebagainya. Semuanya bercitarasa istimewa,” tegas Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi NTT itu.
Juara kedua, adalah Desa Hadakwea Kecamatan Lebatukan Kabupten Lembata. Juri menetapkan desa yang dipimpin oleh Klemens Kwaman ini sebagai juara karena beberapa alasan. Yakni desa terletak di tepi pantai ini menyulap kawasan yang dulu ditelantarkan menjadi mahal. Kekayaan alam laut serta panorama pantainya dijadikan sebagai potensi unggulan.
Desa binaan Bank NTT Cabang Lewoleba ini menawarkan program yang berkaitan dengan pariwisata bahari, mereka punya konsep yang unik, ikonik, seperti resto, café, wahana bermain di darat seperti out bound, ada juga banana boat, caffe on the boat dan beberapa hiburan live music, di malam hari. Mereka mendesain lokasi itu sebagai Hadakewa The Night Paradise.



Tinggalkan Balasan