Semester I 2021, Laba PT. Jamkrida NTT Melampaui Target

  • Bagikan
Direktur Utama PT. Jamkrida NTT, Ibrahim Imang, SE / Foto: Istimewa

Kupang, KN – PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertumbuh positif di semester pertama tahun 2021.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah Provinsi NTT yang bergerak dalam usaha penjaminan kredit ini, berhasil meraih laba sebesar Rp6,6 Miliar lebih.

Direktur Utama PT. Jamkrida NTT, Ibrahim Imang, SE mengatakan, laba tersebut melampaui target semester I, yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp5,1 Miliar.

“Posisi semester I, aset kita sudah menjadi Rp186 Miliar lebih. Sedangkan laba kita semester I Rp6,6 Miliar lebih,” kata Dirut PT. Jamkrida NTT, Ibrahim Imang kepada wartawan, Jumat 16 Juli 2021.

Untuk tahun 2021, PT. Jamkrida NTT menetapkan target laba yang harus diraih sebesar Rp12 Miliar lebih. Dari total laba tersebut, PT. Jamkrida NTT akan menyetor laba bersih sebesar Rp5,5 Miliar kepada pemerintah Provinsi NTT.

“Mudah-mudahan bisa mencapai target sehingga kita bisa stor deviden kepada Pemda sebesar Rp5,5 Miliar. Tahun lalu kita stor deviden Rp4,5 Miliar,” ujar Ibrahim Imang.

Ia menegaskan, PT. Jamkrida NTT merupakan perusahan yang begerak dalam bidang penjaminan kredit yang dianalisa oleh pihak bank.

“Kita hanya menerima resiko dari lembaga lain. Sehingga kalau ada kredit macet atau proyek gagal, maka resikonya kita bayar. Kalau sekarang kita masih mencatat laba, maka itu semua karena doa kita, sehingga Tuhan tidak memberikan cobaan dengan kredit macet atau proyek gagal,” jelas Ibrahim Imang.

BACA JUGA:  Peduli Bencana, Bank NTT Serahkan Bantuan 10 Unit Mesin Sensor

Menurut mantan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT ini, jika dalam perjalanan ada kredit macet atau proyek gagal, maka otomatis PT. Jamkrida NTT juga akan mengalami kerugian.

“Karena kendali bukan ada di kita. Kendali ada di bank dan pemerintah yang menetapkan kontraktor untuk mengerjakan sebuah proyek. Kalau kontraktor kerja tidak bagus, maka kita hancur. Atau kalau bank analisanya kurang baik maka hasilnya kita merugi,” terangnya.

Dirut PT. Jamkrida NTT menambahkan, meski di tengah pandemi COVID-19, dan bencana Seroja, kinerja PT. Jamkrida NTT terus bertumbuh positif, karena pemerintah telah memilih kontraktor yang bertanggung jawab.

Begitu pun bank-bank sebagai mitra, menganalisa nasabah dan kredit cukup baik, dan itu sangat membantu pertumbuhan laba PT. Jamkrida NTT.

Ia berharap semua pihak terus memberikan dukungan kepada PT. Jamkrida NTT, agar perusahan daerah tersebut bisa bertumbuh positif dan menjadi salah satu aset berharga yang bisa memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat NTT.

“Teruslah memberikan dukungan kepada kami, terutama Bank NTT sebagai mitra utama. Mudah-mudahan kreditnya lancar terus dan Pemda terus mendukung kita. Begitu pula teman-teman kontraktor terus dukung kita dengan cara menyelesaikan pekerjaannya di lapangan dengan baik,” tandas Dirut PT. Jamkrida NTT, Ibrahim Imang. (*)

  • Bagikan