Ia menegaskan, PT. Jamkrida NTT merupakan perusahan yang begerak dalam bidang penjaminan kredit yang dianalisa oleh pihak bank.

“Kita hanya menerima resiko dari lembaga lain. Sehingga kalau ada kredit macet atau proyek gagal, maka resikonya kita bayar. Kalau sekarang kita masih mencatat laba, maka itu semua karena doa kita, sehingga Tuhan tidak memberikan cobaan dengan kredit macet atau proyek gagal,” jelas Ibrahim Imang.

Menurut mantan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT ini, jika dalam perjalanan ada kredit macet atau proyek gagal, maka otomatis PT. Jamkrida NTT juga akan mengalami kerugian.

“Karena kendali bukan ada di kita. Kendali ada di bank dan pemerintah yang menetapkan kontraktor untuk mengerjakan sebuah proyek. Kalau kontraktor kerja tidak bagus, maka kita hancur. Atau kalau bank analisanya kurang baik maka hasilnya kita merugi,” terangnya.

Dirut PT. Jamkrida NTT menambahkan, meski di tengah pandemi COVID-19, dan bencana Seroja, kinerja PT. Jamkrida NTT terus bertumbuh positif, karena pemerintah telah memilih kontraktor yang bertanggung jawab.