Untuk diketahui bahwa rapat dimulai dengan presentase setiap juri, lalu dari situlah secara bersama mereka mengevaluasi kinerja 23 Bumdes untuk menentukan 12 terbaik. Usai menentukan 12 terbaik, setiap juri masih diberikan kesempatan untuk beradu argumentasi, mengacu pada data-data yang ditemukan serta disandingkan dengan fakta-fakta pendukung lainnya.
Diskusi menjadi cukup serius, karena muncullah argumengtasi mengenai validitas skor yang ditetapkan, karena ada perbedaan persepsi dari setiap juri, karena tidak semua daerah didatangi mereka. Setiap orang hanya dijatahi empat. Namun itupun akhirnya ada solusinya, bahwa kehadiran satu orang juri di lokasi, mengakomodir kepentingan seluruhnya. Ada data dan dokumentasi yang lengkap, dicover oleh panitia sehingga fakta-fakta itulah yang dibuka saat evaluasi.
Diskusi kian sengit tatkala saat skoring, ada tiga Bumdes yang memiliki skor 100. Sedangkan lainnya berada pada kisaran skor 93-99. Ini terjadi karena skor untuk empat kriteria yakni kriteria utama, lokasi, usaha dan ketrampilan desa binaan masing-masing dengan terjemahannya, nyaris lengkap.



Tinggalkan Balasan