Uniknya, kain tenun di Lopo Di@ Bisa Bank NTT Kelurahan Manutapen bukan saja ditenun oleh kaum hawa, tetapi kaum adam juga ikut ambil bagian dalam proses menenun. Mereka mampu menghasilkan motif-motif baru yang tentunya disesuaikan dengan perkembangan jaman. Sementara, para lansia di Kelurahan Manutapen membuat taplak meja dari kain tenun untuk dijual kepada masyarakat.
Mariam yang juga adalah Agen Di@ Bisa Bank NTT ini mengaku sangat terbantu, dengan adanya tempat usaha yang dibangun dan diberikan secara gratis oleh Bank NTT tersebut.
Sejak pandemi COVID-19 melanda wilayah NTT pada awal Maret 2020 silam, ekonomi keluarganya benar-benar lumpuh. Namun wanita yang juga berporfesi sebagai guru PAUD ini tidak menyerah. Dia bertekad untuk bangkit dan berbisnis walau kondisi ekonomi dunia sedang lesu.
Untungnya, Bank NTT hadir dan memberikan bantuan berupa Lopo Di@ Bisa, sehingga bisa membantunya bangkit dari keterpurukan ekonomi.
“Saya sangat bersyukur. Lopo Di@ Bisa Bank NTT bukan hanya membantu ekonomi keluarga saya, tetapi juga seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Manutapen. Kami sangat terbantu, karena kami dapat fasilitas dari Bank NTT secara gratis,” ucap Mariam.
Selain Lopo Di@ Bisa, Bank NTT juga memberikan fasilitas Kredit Merdeka kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Manutapen. Kredit Merdeka merupakan kredit tanpa bunga dan tanpa agunan sebagai stimulus bagi pelaku UMKM, agar tetap eksis berbisnis di masa pandemi.
Mariam mengaku, dalam sebulan dirinya bisa meraih omzet belasan juta rupiah, dari hasil penjualan kain tenun, selendang, aksesoris anting, dan sejumlah makanan ringan di Lopo Di@ Bisa Bank NTT.
“Saya posting produknya di Facebook dan WhatsApp, sehingga banyak yang beli, bukan saja dari Kota Kupang tetapi juga dari luar kota seperti Soe, dan Camplong. Bahkan orang dari luar NTT pun bisa langsung pesan,” ungkap Mariam.
Setelah menerima pesanan, Mariam menawarkan transaksi pembayaran melalui rekening Bank NTT yang sudah disiapkan. Pembayaran terhadap produk juga bisa dilakukan melalui aplikasi NTT Pay Mobile Banking, dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Bank NTT.







Tinggalkan Balasan