Di dalam Lopo Di@ Bisa Bank NTT, tersedia sejumlah produk kain tenun seperti kain tenun asal Timor, Rote, Sabu, dan Sumba. Selain itu, terdapat produk kerajinan tangan dan makanan ringan lokal yang juga turut dipajang untuk dijual di Lopo Di@ Bisa Bank NTT.
“Ini adalah berkat Tuhan. Setelah pandemi Covid-19 dan seroja, tiba-tiba Bank NTT datang survei, dan memutuskan untuk membangun Lopo Di@ Bisa di lokasi ini,” ujar Mariam kepada Koranntt.com, Kamis 17 Juni 2021.
Lopo Di@ Bisa Bank NTT merupakan pengembangan dari program Di@ Bisa (Digital Agen) Bank NTT. Lopo Di@ Bisa adalah sebuah jawaban bagi pelaku UMKM, karena selama ini mereka tidak memiliki tempat untuk menjual kain tenun, dan makanan ringan hasil olahan mereka.
Sejak Lopo Di@ Bisa Bank NTT dibangun di Kelurahan Manutapen, para pelaku UMKM bisa langsung datang memajang dan menitipkan hasil karya mereka untuk dijual.
Pelaku UMKM di Kelurahan Manutapen tidak hanya dari kalangan ibu-ibu, tetapi juga melibatkan lansia, bapak-bapak, serta generasi milenial yang berprofesi sebagai penjahit tas kantoran.



Tinggalkan Balasan