“Sekarang ini angka covid-19 di NTT sebagaimana nasional sedang meningkat. Kita harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara ini bisa dijadwalkan ulang setelah angka covid menurun,” harap Gubernur.

Sementara Pendeta Petronela Lylho dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pembangunan gereja baru mulai dirintis karena gereja lama yang dibangun pada 28 Agustus 1955 mengalami kerusakan parah setelah dihantam badai siklon tropis seroja.

“Tentang kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja akan disesuaikan dengan anjuran dan jadwal dari bapa Gubernur karena umat kami di sana berharap bapa Gubernur berkenan hadir pada kegiatan ini, ” pungkas Pendeta Petronela Lylho

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Pius Rengka, Plt. Kepala Biro Pemerintahan, Rita Wuisan dan perwakilan majelis jemaat Baith El Oelanisa. (*)