Dia menjelaskan, pembangunan Gereja Sion Oeli’i harus dikerjakan dengan baik, sehingga hasilnya juga maksimal dan memuaskan. Karena gereja merupakan rumah Tuhan.
“Saya minta kepada jemaat dan panitia pembangunan untuk mengerjakan gereja dengan baik. Karena lokasi gereja ini berada di ketinggian, sehingga mulai fanderen, tiang beton dan atapnya harus kuat dan kokoh,” terangnya.
Dia menambahkan, pasca badai seroja, terdapat ratusan gereja yang rusak, sehingga Pemerintah Kabupaten Kupang belum bisa mengintervensi lebih jauh untuk membantu pembangunan gereja yang rusak.
“Pemda tidak bisa berpikir sendiri. Sehingga kita tentu membuka diri untuk mendapatkan dukungan dari yayasan maupun pihak lain yang ingin membantu,” imbuhnya.
Ketua Panitia Pembangunan, Eben Aplugi mengatakan, ambruknya Gereja Sion Oeli’i karena badai seroja mengakibatkan rusaknya sejumlah alat musik dan fasilitas gereja lainnya.
“Tetapi hari ini saya sampaikan terima kasih kepada para donatur dan yayasan yang telah bersedia membantu dengan menyalurkan donasi untuk membangun gereja ini,” jelas Eben Aplugi.



Tinggalkan Balasan