Dia dikenal sebagai orang yang panadi, pemberani, memiliki jiwa sosial yang tinggi, suka membantu dan sangat menyayangi kedua orang tuanya.
“Mama dan Bapa, mereka harus dibantu. Karena saya tidak tega melihat mereka bekerja sendirian. Saya sangat menyenangi orangtua saya karena telah melahirkan, membesarkan dan menyekolahkan saya,” tandasnya.
Kerendahan hati merupakan ciri khas yang melekat pada calon profesor ini. Ia memang anak petani tembakau dan perajin tenun yang sukses dalam meniti karier.
Kisah Sekolah
Setelah tamat dari Sekolah Dasar (SD) Weoe tahun 1977, Simon Nahak belum sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, karena harus membantu kedua orang tuanya du ladang untuk memelihara ternak dan mengurus adik-adiknya.
Tahun 1981, Simon Nahak akhirnya mendaftarkan diri sebagai siswa di SMP Santo Fransiakus Xaverius di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, dan menyelesaikan studinya pada tahun 1984.
Usai menyelesaikan studinya di SMP, Simon Nahak kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMA Giovani Kupang, yang merupakan lembaga pendidikan cukup bergengsi dibawa asuhan para imam katolik.



Tinggalkan Balasan