Laporan Manajemen Bank NTT Diterima, Pemegang Saham Siap Setor Modal Inti

  • Bagikan
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali didampingi para Bupati dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, menyampaikan keterangan Pers kepada wartawan usai RUPS Bank NTT, Senin 26 April 2021 / Foto: Ama Beding

Kupang, KN – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada Senin 26 April 2021.

RUPS yang berlangsung di ruang rapat Gubernur NTT tersebut, dilaksanakan dengan agenda mendengar laporan kinerja manajemen Bank NTT baik Direksi maupun Komisaris sepanjang tahun 2020.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali menyampaikan, semua pemegang saham menerima dan menyetujui laporan kinerja Direksi dan Komisaris.

“Seluruh laporan kinerja pada tahun buku 2020 telah diterima, dan disetujui oleh pemegang saham,” ujar Gubernur Viktor Laiskodat kepada wartawan usai RUPS Tahunan Bank NTT.

Dia menjelaskan, agenda kedua yang dibahas adalah berkaitan dengan persiapan Bank NTT, untuk memenuhi aturan OJK yang mengharuskan modal inti Rp3 Triliun pada tahun 2024.

“Karena itu, kami mendorong para pemegang saham untuk melakukannya. Kami juga memberikan peluang kepada pihak ketiga untuk terlibat di dalam pembelian saham Bank NTT,” ucap Laiskodat.

Gubernur Viktor juga menyampaikan, terkait likuiditas Bank NTT, pihaknya sepakat agar devidennya ditahan 50 persen.

Kemudian, usia pensiun khusus untuk tenaga spesifik yang masih dibutuhkan, telah disepakati untuk diperpanjang menjadi 56 tahun.

Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengapresiasi dukungan dari para pemegang saham.

Menurutnya, para pemegang saham sangat komit untuk memajukan Bank NTT menjadi eksis dan berkembang lebih baik lagi.

“Terlebih memenuhi semua regulasi terkait dengan pemenuhan modal inti minimum, dan rekomendasi OJK dalam POJK Nomor 48 Tahun 2020 untuk mengantisipasi kredit-kredit yang direstrak saat ini,” jelas Riwu Kaho.

Menurutnya, apabila dalam perjalanan timbul hal-hal di luar dugaan, maka Bank bisa mengantisipasi hal-hal teknisnya, dan itu disetujui dan diterima oleh pemehang saham.

BACA JUGA:  Sahabat UMKM Jadi Wadah Komunikasi Pelaku Ekonomi Kota Kupang

Dalam RUPS, dirinya juga menyampaikan beberapa hal terkait program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.

“Semua program yang kita ajukan telah disetujui untuk dilaksanakan pada tahun 2021, yang pada intinya menuju Bank NTT yang sehat secara komposit tingkat kesehatan Bank,” ujar Alex Riwu Kaho kepada wartawan.

Dia menjelaskan, program-program yang dijalankan pada tahun 2021 diantaranya, pembenahan SDM, kredit, dana, digitalisasi, dan tata kelola, serta menjadi go tingkat kesehatan bank (TKB) 2.

Para Bupati Sepakat Setor Modal Inti

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur menyampaikan, pemerintah Kabupaten Lembata telah menyiapkan dana sebesar Rp7 Miliar untuk penyertaan modal inti di Bank NTT.

“Kita sudah punya Perda sekitar Rp7 Miliar untuk penyertaan modal di Bank NTT,” ucap Sunur.

Sementara Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka telah menganggarkan Rp12 Miliar per tahun untuk Bank NTT.

“Kita sudah perdakan Rp12 Miliar per tahun. Tetapi kita stor per semester. Pertama sudah kita stor Rp6 Miliar. Nanti di akhir tahun Rp6 Miliar lagi. Tahun berikutnya dan seterusnya tetap seperti itu,” ujar Bupati Robi.

Senada, Bupati Timor Tengah Utara, David Juandi mengungkapkan, Pemkab TTU menyiapkan dana Rp150 Miliar untuk penyertaan modal di Bank NTT. Jumlah tersebut akan disalurkan dalam tiga tahun.

“Penyertahan modal, kita Rp150 Miliar. Perdanya sudah ada. Kita akan masukan di perubahan untuk Rp50 Miliar untuk tahun pertama. Jadi tidak ada persoalan,” tandas Juandi.*

  • Bagikan