Gubernur Viktor juga menyampaikan, terkait likuiditas Bank NTT, pihaknya sepakat agar devidennya ditahan 50 persen.

Kemudian, usia pensiun khusus untuk tenaga spesifik yang masih dibutuhkan, telah disepakati untuk diperpanjang menjadi 56 tahun.

Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengapresiasi dukungan dari para pemegang saham.

Menurutnya, para pemegang saham sangat komit untuk memajukan Bank NTT menjadi eksis dan berkembang lebih baik lagi.

“Terlebih memenuhi semua regulasi terkait dengan pemenuhan modal inti minimum, dan rekomendasi OJK dalam POJK Nomor 48 Tahun 2020 untuk mengantisipasi kredit-kredit yang direstrak saat ini,” jelas Riwu Kaho.

Menurutnya, apabila dalam perjalanan timbul hal-hal di luar dugaan, maka Bank bisa mengantisipasi hal-hal teknisnya, dan itu disetujui dan diterima oleh pemehang saham.

Dalam RUPS, dirinya juga menyampaikan beberapa hal terkait program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.

“Semua program yang kita ajukan telah disetujui untuk dilaksanakan pada tahun 2021, yang pada intinya menuju Bank NTT yang sehat secara komposit tingkat kesehatan Bank,” ujar Alex Riwu Kaho kepada wartawan.